Sensei dan Laptopnya
Hari ini setelah menghadap Sensei, saya mengamati bagaimana ia bekerja. Sensei saya bekerja dengan sangat efisien, beliau selalu menggunakan laptopnya untuk bekerja, sedang rapat atau ada kegiatan apapun laptop item tua nya selalu mengiri bersamanya, kadang sensei juga ga memperhatikan betul apa yang ada di depannya, fokus ama urusannya sendiri
Beliau datang pagi sekali, membeli makanan jadi buat dimakan saat siang di depan laptopnya, tidak ada kerja sambil ngobrol atau bahkan untuk santai menikmati istirahat siang. Tidak ada di kamusnya. Beliau makan di depan laptopnya biasanya sambil membaca jurnal. Sensei juga sangat suka musik klasik, sambil mendengarkan dari laptop yang lainnya yang ia nyalakan di sampingnya, laptop putih itu sama seperti laptop yang saya miliki untu mengetik saat ini. Merk panasonic yang sangat kuat meski untuk bentuknya sedikit agak kuno. Tapi untuk apa bentuk, yang penting produktifitas.
Sensei juga punya ruangan yang sedikit lebih hangat dari kebiasaan orang Jepang, menggunakan selimut di pahanya dan jarang memberikan kami duduk saat berdiskusi di ruangannya. Sensei memang begitu stylenya. Bagaimanapun ia, ia adalah panutan dalam riset buat kami. Semua pencapaiannya adalah bukti yang nyata untuk kita ikuti, tidak ada bantahan lagi.
Sensei sangat cinta keluarganya, ia tidak menikah lagi selepas kepergian istrinya karena kanker. Anak sudah menikah dan tinggal di tempat yang lain. Sensei masih memajang foto keluarganya di mejanya, di manapun, di ruangannya di lab, di ruangannnya di kantor besar wakil rektor, atau ketika ia menjadi dekan biological science. Sensei panutan masih yang terbaik sampai saat ini dalam bidang riset. Dan saya beruntung bisa menjadi mahasiswanya.
Mulai saat ini saya menirunya, untuk menggunakan laptop saya sendiri dan menggunakannya semaksimal mungkin dalam melahirkan produktifitas, saya mulai memindahkan semua data riset saya dari komputer kantor dan mengirimkannya di laptop ini, semoga langkah kecil ini akan melahirkan produktifitas yang dahsyat.
Kita tidak bisa berharap lebih pada kegiatan atau usaha yang sama kita lakukan
Harus ada inovasi, perbaikan dan pengembangan ke arah yang lebih baik
tak perlu bersaing dengan orang lain, tapi konsistenlah memperbaiki diri sendiri
No comments: