Bulan Keenam

Pagi ini saya sudah bergegas ke Lab sejak pukul enam dua lima untuk memulai induksi kultur bakteri dengan IPTG supaya tepat pukul sepuluh saya dan istri bisa berangkat ke RS. Sebelum sampai ke RS kita masih sempat ke supermarket dan makan pagi menjelang siang di dekat RS

Tepat jam sebelas tiga puluh menit, saya menemui departemen Obgyn untuk pemeriksaan kandungan istri saya dan untuk pertama kalinya kami melihat wajah calon anak kami karena sudah sering kali pemeriksaan 4D tapi posisi janin seringkali menutupi wajah. Seharian ini kami tersenyum karena melihat wajahnya yang mirip istri saya.

Semoga kelak kamu menjadi manusia yang jauh lebih baik dari kedua orangtuamu, bisa mengabdi bukan kepada kami, tapi kepada Tuhan semesta alam yang menciptakanmu. Betapa bahagianya kami bahkan hanya melihat wajahmu hari ini. Tiada henti kami bahagia dan berharap baik akan kedatanganmu.

Dari semua titipan dan nikmat Tuhan, engkaulah yang paling besar rasanya buat kami. Bahkan dengan tendangan kecilmu di perut ibumu, cukup untuk memotivasi saya sebagai bapakmu bekerja lebih giat, membaca lebih dalam, dan berdoa lebih panjang.

Nak, kelak saat dirimu dewasa ingatlah bahwa betapa mencintainya kami bahkan sebelum kami tahu rupamu nanti, jadi apa kamu nanti, dan bagaimana perangaimu nanti. Kami akan berusaha menjaga, mendidik, dan menjadi teladanmu semaksimal mungkin kami bisa.

Nak, kelak nanti saat menjadi lelaki dewasa, bekerjalah dengan semangat, jangan pernah mengeluh dengan kerasnya dunia, kita harus lebih kuat dan keras dari kejamnya dunia, mintalah kekuatan pada Tuhan saat diuji, hantam semua kelemahan, bangunlah sepagi mungkin untuk dapat lebih siap dari siapapun, mulailah segera apa yang bisa dilakukan, sekali lagi jangan pernah mengeluh dengan ketidakadilan karena memang hidup tidak pernah adil, kita yang harus membuat semua keadaan jadi adil.

Nak, nanti kamu adalah pemimpin di keluarga, bahkan jika saya sebagai ayah lebih dahulu mati, kamu yang akan menggantikan saya menjadi imam solat untuk ibu dan keluarga kita, dan menggantikan semua tanggungjawab kepada Tuhan atas apa yang dilakukan anggota keluarga kita. Jadilah pemimpin yang kuat, pimpinlah doa-doa baik kepada saya, kirimkan alfatihah khusus kepada saya.

Nak, banyak harap kami untukmu
dan harap itu tersampaikan lewat doa dan pinta kepada Tuhan kita
Dia Sang Penentu baik buruk takdir kita
Semoga setiap kebaikan mengalir dalam darahmu mulai sejak janin


No comments:

Powered by Blogger.