Sebuah siang di Ruang Professor

Siang ini saya dan sensei kecil saya berdiri di depan meja Professor yang juga seorang wakil rektor bidang riset di tempat saya kuliah. Selama dua jam kami berdiri berbincang dengan posisi Professor duduk santai.

Saya mengakui kesalahan perhitungan saya siang ini. Masalah baru muncul karena saya belum membeli beberapa obat yang seharusnya dipesan satu minggu lalu, hal ini saya lakukan karena saya berpikir jalur birokrasi haruslah terlebih dahulu melalui sensei kecil saya yang saat ini berdiri bersama sama, namun sayangnya pada liburan musim panas kemarin beliau pulang ke kampung halamannya (Korea Selatan), jadilah saya pusat amarah dan kecewa Professor siang ini.

Saya berdiri tegak menerima setiap ucapannya dalam bahasa Jepang, saya tidak perduli juga sebenarnya, karena saya tidak sepenuhnya memahami. Tapi yang saya lakukan dengan berdiri di sana saya pikir cukup untuk menjadi hukuman dan membiarkan beliau puas dengan penerimaan saya akan amarahnya.

Hari ini saya belajar, hadapi saja semua kemungkinan buruk itu, jangan pernah pergi dari masalah. Berbesar-hatilah di masa-masa sulit. Karena hanya dengan ini pelajaran bisa kita terima. Bersiaplah untuk salah daripada tidak melakukan apapun.

Dan saya berhasil membuktikannya hari ini.

No comments:

Powered by Blogger.